BI Akan Gunakan PUAB Overnight
oleh : zulfikar
Bank Indonesia (BI) kembali menerapkan suku bunga pasar uang antarbank overnight (PUAB O/N) sebagai Operasi Pasar Terbuka (OPT). PUAB ini menggantikan SBI satu bulan. "Pada 9 Juni, BI secara resmi melakukan perubahan sasaran operasional dari suku bunga SBI satu bulan menjadi PUAB O/N. Dengan perubahan itu BI akan menjaga perubahan suku bunga PUAN di sekitar BI rate (8,5%)," kata Deputi Gubernur BI Budi Mulya usai rapat dewan gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (5/6).Kebijakan SBI satu bulan, tiga bulan dan yang akan dibuka lagi dengan jangka waktu enam bulan, kata Budi, tidak mencerminkan kebijakan apa-apa. "Dia adalah hasil pelaksanaan lelang yang kita lakukan setiap minggu dalam rangka meningkatkan likuiditas," kata Budi.
oleh : zulfikar
Bank Indonesia (BI) kembali menerapkan suku bunga pasar uang antarbank overnight (PUAB O/N) sebagai Operasi Pasar Terbuka (OPT). PUAB ini menggantikan SBI satu bulan. "Pada 9 Juni, BI secara resmi melakukan perubahan sasaran operasional dari suku bunga SBI satu bulan menjadi PUAB O/N. Dengan perubahan itu BI akan menjaga perubahan suku bunga PUAN di sekitar BI rate (8,5%)," kata Deputi Gubernur BI Budi Mulya usai rapat dewan gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (5/6).Kebijakan SBI satu bulan, tiga bulan dan yang akan dibuka lagi dengan jangka waktu enam bulan, kata Budi, tidak mencerminkan kebijakan apa-apa. "Dia adalah hasil pelaksanaan lelang yang kita lakukan setiap minggu dalam rangka meningkatkan likuiditas," kata Budi.
Budi menjelaskan, bunga PUAB O/N akan dijaga di level BI rate plus minus 300 basis poin. "Di dalam framework ada Fasbi sebagai borrower. Ada SBI repo dan SUN repo. Perpindahan target operasional fasilitas koridor ini 300 basis poin dan 300 basis poin agar simetrik. Ada OPT harian untuk mengamankan suku bunga bergerak di sekitar BI rate," katanya.
Dia mengakui dalam pelaksanaan lelang SBI 1 bulan dan tiga bulan terakhir dirasakan tidak optimal. Pasar melihat SBI sebagai sinyal sebulan
Sementara Itu BI Rate Menjadi 8.50 %
Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 8,5% dari posisi sebelumnya 8,25%. Lonjakan inflasi menjadi penyebab kenaikan bunga acuan ini.
Hal itu disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di Gedung BI, Jakarta, kamis (5/6). Hartadi menyampaikan hal itu usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang untuk pertama kalinya dipimpin Gubernur BI Boediono.
"Rapat dewan gubernur hari ini, kali pertama dipimpin Bapak Boediono. RDG hari ini menyepakati BI Rate naik 25 basis poin, dan kenaikan ini kami tetapkan setelah mencermati perkembangan terkini, baik global dan dalam negeri," kata Hartadi.
Kenaikan BBM terakhir, kata dia, masih akan memberikan dampak inflasi 2008 yang akan berada di kisaran 11,5-12,5% year and year.
Gubernur BI Boediono menambahkan, masih tingginya harga komoditas energi dan bahan pangan dunia serta dampak kenaikan harga BBM memberikan tekanan pada inflasi di tahun 2008.
"Bank Indonesia juga melihat bahwa tren peningkatan permintaan domestik turut memberikan tekanan pada inflasi inti. Perkembangan ini mendasari pertimbangan Bank Indonesia untuk menaikkan BI Rate pada bulan ini," katanya

0 Comments:
Post a Comment