Harga Minyak Sentuh Level $135/barrel, Harga Emas Rally
oleh : zulfikar
Harga minyak mentah dunia menciptakan rekor tertingginya kembali dengan menembus level fantastis US$133,34 per barel. Lonjakan harga minyak mentah terjadi di tengah kekhawatiran soal suplai dan meningkatnya permintaan energi, plus melemahnya dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (21/5) seperti dikutip dari AFP, minyak jenis light pengiriman Juli menembus US$133,82 per barel, sebelum akhirnya surut ke US$133,34 per barel atau berarti naik 4,10 dolar.Untuk minyak jenis Brent sempat menembus US$133,34 per barel, sebelum akhirnya surut ke US$132,70 atau naik 4,86 per barel. Goldman Sachs sebelumnya memrediksi harga minyak mentah dunia akan menembus US$141 per barel. Lonjakan harga terjadi akibat kekhawatiran kurangnya suplai, sementara OPEC menolak untuk menambah produksi.Pasar kini sedang menantikan data cadangan energi AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar. Data itu akan diumumkan pemerintah AS pada Kamis.
oleh : zulfikar
Harga minyak mentah dunia menciptakan rekor tertingginya kembali dengan menembus level fantastis US$133,34 per barel. Lonjakan harga minyak mentah terjadi di tengah kekhawatiran soal suplai dan meningkatnya permintaan energi, plus melemahnya dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (21/5) seperti dikutip dari AFP, minyak jenis light pengiriman Juli menembus US$133,82 per barel, sebelum akhirnya surut ke US$133,34 per barel atau berarti naik 4,10 dolar.Untuk minyak jenis Brent sempat menembus US$133,34 per barel, sebelum akhirnya surut ke US$132,70 atau naik 4,86 per barel. Goldman Sachs sebelumnya memrediksi harga minyak mentah dunia akan menembus US$141 per barel. Lonjakan harga terjadi akibat kekhawatiran kurangnya suplai, sementara OPEC menolak untuk menambah produksi.Pasar kini sedang menantikan data cadangan energi AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar. Data itu akan diumumkan pemerintah AS pada Kamis.
Sementara itu harga minyak pada 22 Mei kemarin tembus diangka 135.04 pada perdagangan Nymex dan 134.07 pada perdagangan singapura pukul 09.00 a.m waktu singapur
"Melemahnya dolar AS dan tren baru-baru ini membuat analis terus merevisi harga minyak naik," ujar David Moor, analis dari Commonwealth Bank of Australia.
Harga minyak terus menciptakan rekor yang mencengangkan berbagai kalangan. Inilah catatan perjalanan harga minyak mentah dunia sebelum mencatat rekor tertingginya sejauh ini:
* 1970: Pangeran Saudi mematok harga minyak mentah pada US$1,80 per barel
* 1974: Harga minyak tembus US$10 per barel, akibat perang Arab-Israel pada era 1973
* 1979: Revolusi Iran memaksa harga minyak tembus US$20 per barel
* 1980: Harga minyak mencapai US$30 dan US$39 pada awal 1981 karena perang Irak-Iran
* 1990: Irak menginvasi Kuwait dan melontarkan harga minyak di US$40 per barel
* Agustus 2005: Harga mencapai US$70 per barel setelah Badai Katrina menghantam Teluk Meksiko dan merusakkan sebagian fasilitas minyak
* Januari 2008: Harga minyak untuk pertama kalinya menembus US$100 per barel karena kekisruhan di Nigeria, masalah di Pakistan dan masalah dalam perekonomian AS.
* 13 Maret 2008: Harga minyak jenis light menembus US$110 sejalan dengan terus melemahnya dolar AS.
* 6 Mei 2008: Harga minyak tembus US$120 per barel sejalan dengan optimisme membaiknya perekonomian AS
* 22 Mei 2008: Harga minyak akhirnya tembus US$135 per barel karena ketidakjelasan soal suplai ditengah meningkatnya permintaan.
Pasokan Cukup
Sementara itu dari Venezuela dilaporkan, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan pasar minyak dunia sudah mencukupi pasokannya, meski terhadio kenaikan harga minyak di atas 129 dolar AS per barel.
Pimpinan Opec Abdalla Salem el-Badri mengatakan hal itu saat usai bertemu dengan Presiden Venezuela Hugo Chaves, Selasa di Caracas.
Kantor berita nasional Venezuela mengutip pernyataan El-badri bahwa tidak ada kekuarangan minyak di pasar dunia karena pasokan minyak internasaional saat ini sudah sangat besar.
Harga minyak yang terus tinggi mencapai rekornya akhir-akhir ini didorong oleh kekhawatiran pasokan yang tidak mencukupi, sehingga permintaan dunia melonjak, serta mata uang dolar AS yang melemah membuat harga minyak lebih murah bagi negara lainnya
Harga Emas
Di Comex New York, harga emas naik pada pembukaan Rabu.
Kontrak Juni diperdagangkan $925,20 per ounce, naik $5 dari penutupan Selasa.
Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Rabu tercatat $924,60, naik dari $920,00 sehari sebelumnya.
Di London, emas reli ke tingkat harga tertinggi dalam satu bulan terakhir setelah harga minyak mentah dunia meroket di atas $130 per barel untuk pertama kalinya dalam sejarah.
“Saya melihat resistensi pada $935 dalam waktu dekat dan setelah itu pada level $950,” kata analis.
Banyak analis memperkirakan bahwa emas akan kembali ke rekor $1.030 dalam waktu dekat ini jika minyak terus menguat.
Sementara spot platina naik 2 persen ke tingkat $2,182 per ounce karena faktor fundamental dan dolar yang melemah mendorong investor melakukan pembelian.
Platina, digunakan untuk perhiasan dan katalis mobil, pernah mencapai rekor $$2.290 Maret lalu menyusul krisis listrik yang melanda Afrika Selatan.
Menjelang siang, harga emas $925,00, naik dari $920,55 sebelumnya.
Harga perak tercatat $17,64 per ounce, naik 59 sen dari sebelumnya.
Di Asia, emas naik dan diperdagangkan tidak jauh dari tingkat tertinggi dalam satu bulan terakhir bersamaan dengan harga minyak yang kembali memecah rekor baru dan menyulut kekhawatiran terhadap inflasi.
Harga minyak berjangka naik hingga $129,60 per barel di New York kemarin.
Di Tokio, kontrak benchmark Februari 2009, naik 38 yen dan ditutup 3.085 per gram.
Di Singapura, harga terakhir tercatat $919,20, dari $920,00 pada penutupan sebelumnya di New York.
Di Hong Kong, harga emas ditutup $922,50 per ounce, naik dari $907,50 Selasa.

0 Comments:
Post a Comment