Menteri Keuangan dan Gubernur Sentral Bank G-7 Perketat Aturan Perbankan
oleh : zulfikar
Menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara maju yang tergabung dalam kelompok G-7 akan memperkuat aturan perbankan guna mengurangi berbagai praktik yang bisa menimbulkan krisis di masa datang.Selain itu, mereka juga mendorong swasta ikut berpartisipasi memompakan likuiditas guna meredam gejolak di pasar keuangan.Hal itu tertuang dalam salah satu rekomendasi Forum Stabilitas Keuangan (Financial Stability Forum/FSF) yang akan dibahas pada pertemuan menteri keuangan dan bank sentral G-7 di Washington DC pada 12-13 April 2008 itu. FSF mengusulkan 65 rekomendasi, antara lain berisi solusi untuk menjinakkan pasar uang yang bergejolak akibat krisis subprime mortgage.
oleh : zulfikar
Menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara maju yang tergabung dalam kelompok G-7 akan memperkuat aturan perbankan guna mengurangi berbagai praktik yang bisa menimbulkan krisis di masa datang.Selain itu, mereka juga mendorong swasta ikut berpartisipasi memompakan likuiditas guna meredam gejolak di pasar keuangan.Hal itu tertuang dalam salah satu rekomendasi Forum Stabilitas Keuangan (Financial Stability Forum/FSF) yang akan dibahas pada pertemuan menteri keuangan dan bank sentral G-7 di Washington DC pada 12-13 April 2008 itu. FSF mengusulkan 65 rekomendasi, antara lain berisi solusi untuk menjinakkan pasar uang yang bergejolak akibat krisis subprime mortgage.
Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF), kerugian yang ditimbulkan akibat krisis keuangan yang dipicu subprime mortgage mencapai US$ 1 triliun sehingga membuat likuiditas pasar keuangan mengalami kemampetan. Pasar saham rontok dan ekonomi dunia mengalami perlambatan pertumbuhan yang sangat serius.
Menurut Bloomberg, sebelum pertemuan itu digelar, anggota G-7 telah memberi sinyal bakal menerima rekomendasi FSF, seperti kriteria untuk meningkatkan manajemen risiko sehingga bank tak dapat memainkan dana jangka pendek di pasar uang ketika pasar kredit terkunci.
“Saya berharap rekomendasi FSF dipakai oleh menteri keuangan dan bank sentral G-7,” kata Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty, Kamis (10/4) waktu setempat, sebelum pertemuan tersebut. Kelompok G-7 terdiri atas Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Itali, dan Jepang.
Rekomendasi berikutnya adalah mendorong perbankan swasta bekerja sama dengan bank sentral untuk memerangi kebekuan likuiditas. Caranya antara lain dengan mendorong lembaga investasi secara cepat menghapusbukukan kerugian mereka sehingga operasional kembali normal dan kredit dapat digulirkan kembali.
Menteri Keuangan AS Henry Paulson menyatakan, posisinya adalah mendukung rekomendasi FSF yang menginginkan perbankan swasta turut serta menstabilisasikan pasar keuangan. “Jika kamu membutuhkan likuiditas, jangan mencari pemerintah untuk menolongmu. Kamu harus berusaha sendiri,” kata Paulson usai bertemu dengan investor institusi.
Gubernur Bank Sentral Jepang Masaaki Shirakawa mengatakan, pertemuan ini ditunggu pasar karena G-7 diharapkan dapat memberi sinyal yang jelas langkah-langkah yang akan diambil untuk mentabilkan sistem keuangan global.
Pekan lalu, IMF menyatakan ekonomi AS memasuki resesi ringan pada tahun ini dan memengaruhi ekonomi global sehingga pertumbuhannya melambat dan dikhawatirkan bisa membawa ke tingkat resesi.
Memperketat Kredit
Sebuah sumber menyebutkan, outlines proposal yang diajukan FSF antara lain berisi tentang aturan keterbukaan bagi perbankan guna untuk mengurangi risiko kredit, meningkatkan standard pemeringkatan, dan kriteria untuk bank sentral ketika mereka dibutuhkan melakukan intervensi di pasar dengan memompa likuiditas ke sistem keuangan.
“Kami akan mendiskusikan secara cepat dan mengimplementasikannya secara efektif rekomendasi FSF dengan para kolega kami,” kata Wakil Menteri Keuangan AS David McCormick.
Gubernur Bank Sentral Uni Eropa Jean-Claude Trichet mengatakan, pertemuan ini akan menfokuskan pada reformasi sistem keuangan. Menteri-menteri G7 akan mengirim pesan pada ekonomi global terkait gejolak pasar uang, khususnya penguatan euro terhadap dolar AS. Selain itu, komunike G7 juga akan mendorong Tiongkok untuk mempercepat apresiasi mata uang yuan.
Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menekankan pentinginya mengembalikan kepercayaan pasar. The Fed telah memompa likuiditas di pasar sekitar US$ 400 miliar yang kemudian diikuti sejumlah bank sentral dengan tujuan mencairkan kemampetan di pasar kredit.
“Kami tidak memiliki waktu dan tak bisa menunggu lama untuk menstabilkan pasar, sebelum kita berpikir ke masa depan. Tentu saja banyak perubahan yang perlu dipahami, mencakup peningkatan transparansi, manajemen risiko, dan koordinasi yang lebih baik dari pemegang otoritas. Hal itu dapat mendukung proses normalisasi pasar finansial kita, " kata dia di depan World Affairs Council.
Sementara itu, bank terbesar kedua Jepang, Mizuho Financial Group Inc, dilaporkan keuntungannya turun 50% akibat subprime. Keuntungan pada kuartal I 2008 turun menjadi 310 miliar yen (US$ 3 miliar) dari sebelumnya 621 miliar yen tahun lalu

0 Comments:
Post a Comment