Inflasi Maret Naik di Posisi 0.95 %
oleh : zulfikar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Maret 2008 mencapai 0,95%. Sedangkan angka inflasi year on year (yoy) melonjak menjadi 8,17%. Angka inflasi bulanan ini lebih tinggi dibandingkan Februari sebesar 0,65%. Menurut BPS, komoditas makanan menjadi penyumbang inflasi paling besar.Demikian penjelasan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ali Rosidi dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Soetomo, Jakarta, Selasa (1/4). Sementara laju inflasi kumulatif dari Januari ke Maret 2008 mencapai 3,41%.
oleh : zulfikar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Maret 2008 mencapai 0,95%. Sedangkan angka inflasi year on year (yoy) melonjak menjadi 8,17%. Angka inflasi bulanan ini lebih tinggi dibandingkan Februari sebesar 0,65%. Menurut BPS, komoditas makanan menjadi penyumbang inflasi paling besar.Demikian penjelasan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ali Rosidi dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Soetomo, Jakarta, Selasa (1/4). Sementara laju inflasi kumulatif dari Januari ke Maret 2008 mencapai 3,41%.
Target Inflasi 6,5% Susah Dikejar
Ali Rosidi mengatakan, tahun 2008 baru berjalan tiga bulan. Tetapi laju inflasi sudah mencapai 3,41%.
Sementara itu, pemerintah menargetkan tahun ini inflasi sebesar 6,5%. Beranjak dari fakta tersebut pemerintah dipaksa untuk bekerja keras un tuk mencapai target inflasi itu. “Meskipun harga beras turun pada bulan Maret tapi harga barang yang lain naik sehingga tidak bisa membantu penurunan inflasi,” ujarnya.
Inflasi Maret 2008 ini tinggi dibanding inflasi Maret 2006 dan Maret 2007 dan bahkan lebih tinggi dari inflasi Maret 2005 sebesar 1,91% yang terjadi karena kenaikan harga BBM waktu itu.
“Sekarang tidak ada kenaikan BBM tapi inflasi cukup tinggi dan betul apa yang dikatakan BI bahwa inflasi Maret akan lebih tinggi,” ujarnya.
Selain itu program konversi minyak tanah ke elpiji yang dijalankan pemerintah juga belum 100%, tapi minyak tanah sudah langka di pasar. “Padahal masyarakat itu masih membutuhkan minyak tanah,” ujarnya.
BI Awasi Inflasi Harga Pangan
Berkaitan dengan tingginya angka inflasi, maka Bank Indonesia (BI) tetap mewaspadai inflasi akibat kenaikan harga pangan yang masih terus berlanjut hingga bulan ketiga tahun ini.
“Maret tetap akan terjadi inflasi, yang sumbernya belum berubah dari kemarin-kemarin yaitu kenaikan harga pangan,” kata Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom di sela-sela acara kerjasama deplu dan BI di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (1/4).
“Kita akan terus mengawasi sumber-sumber kenaikan pangan yang berasal dari kenaikan harga di dunia. Jadi mungkin tidak perlu direspons terlalu banyak,” ujar Miranda

0 Comments:
Post a Comment