Harga Minyak 2008 Di Prediksi Tembus $ 100/barrel
Oleh : zulfikar
(Tajuk Pilihan)
Keadaan ekonomi dunia sampai saat ini masih mengkhawatirkan terutama adanya negara-negara yang merencanakan merevaluasi mata uang mereka akibat melemahnya mata uang dollar terhadap euro. Meskipun adanya isu SWF namun jika melihat gelagat yang dilakukan China dengan posisi "saddle point" dan posisi win terhadap US begitu juga mata uang di timur tengah meskipun mereka kebanjiran dollar akibat harga minyak, namun mereka juga menginginkan adanya revaluasi mata uang mereka. Bahkan venezela juga melakukan revaluasi mata uang mereka yakni 1 strog bolivar = 2150, juga mengakibatkan adanya skenario kenaikan harga minyak meskipun ditambah kondisi persedian AS yang semakin drop dan juga ketegangan di Timur Tengah, apalagi disusul dengan Pemilu AS juga masih menghantui harga minyak dunia, walaupun prediksikan harga minyak akan turun pada bulan maret-Agustus, namun bulan Agustus-Desember ke depan harga minyak akan naik kembali
Oleh : zulfikar
(Tajuk Pilihan)
Keadaan ekonomi dunia sampai saat ini masih mengkhawatirkan terutama adanya negara-negara yang merencanakan merevaluasi mata uang mereka akibat melemahnya mata uang dollar terhadap euro. Meskipun adanya isu SWF namun jika melihat gelagat yang dilakukan China dengan posisi "saddle point" dan posisi win terhadap US begitu juga mata uang di timur tengah meskipun mereka kebanjiran dollar akibat harga minyak, namun mereka juga menginginkan adanya revaluasi mata uang mereka. Bahkan venezela juga melakukan revaluasi mata uang mereka yakni 1 strog bolivar = 2150, juga mengakibatkan adanya skenario kenaikan harga minyak meskipun ditambah kondisi persedian AS yang semakin drop dan juga ketegangan di Timur Tengah, apalagi disusul dengan Pemilu AS juga masih menghantui harga minyak dunia, walaupun prediksikan harga minyak akan turun pada bulan maret-Agustus, namun bulan Agustus-Desember ke depan harga minyak akan naik kembali
Prediksi beberapa analis
Dari levelnya yang cukup rendah di bawah $50 per barel Januari lalu, harganya sudah mencapai dua kali lipat tahun 2007 hingga mencapai rekor tertinggi $99,29 per barel pada 21 November lalu.
Memperkirakan harga minyak merupakan urusan yang terkenal sulit, namun sedikit sekali yang menduga akan sampai setinggi itu –- kecuali kiranya seorang analis dari bank investasi Goldman Sachs yang menjadi cukup terkenal karena memperkirakan pada awal 2005 bahwa harga minyak mentah akan bisa “terpaku” mencapai $105 per barel.
“Pada awal tahun ini, orang tidak pernah bermimpi bahwa harga minyak akan sampai level yang sedemikian tinggi,” kata seorang analis dari Centre for Global Energy Studies (CGES) yang berkantor-pusat di London, Leo Drollas.
Goldman Sachs, salah satu bank yang paling aktif di pasar energi, menaikkan porkas harga minyaknya untuk 2008 dengan $10 pada 12 Desember, dengan patokan rata-rata harga minyak AS yang kini nampaknya berada pada posisi $95.
Harganya akan bisa mencapai $105 mulai akhir 2008, katanya.
CGES memperkirakan harga minyak rata-rata $90 per barel selama semester pertama tahun ini, sementara Drollas mengatakan puncak harga $100 masih akan memungkinkan kalau musim dingin yang membekukan di belahan utara khatulistiwa akan meningkatkan permintaan terhadap minyak pemanas.
Kondisi Memungkinkan
“Ada beberapa kondisi yang akan memungkinkan kita melihat harga minyak di atas $100 per barel, seperti musim dingin yang membekukan, pasokan OPEC yang ketat, atau pasokan dari negara-negara pengekspor non-OPEC yang pertumbuhannya tidak sesuai dengan harapan pasar,” katanya.
Harga minyak mentah ditutup $90,53 per barel Senin lalu setelah sebulan yang rawan dengan para pedagang mempertimbangkan kurangnya stok, yang mendorong terjadinya kenaikan harga dan membuka prospek terjadinya resesi di Amerika Serikat.
“Peluang untuk itu (naiknya harga) cukup memungkinkan,” kata analis untuk konsultan perminyakan PFC Energy yang berbasis di Washington, David Kirsch, mengenai prediksi harga minyak $100 per barel tahun 2008.
“Saya punya beberapa alasan berkaitan dengan permintaan akan komoditi ini. Perekonomian global melemah, dan itu cukup mengkhawatirkan untuk harga minyak bisa mencapai $100,” katanya.
AS sedang berusaha mengatasi krisis gandanya di sektor perumahan, dimana harga anjlok dan jumlah orang yang lalai melakukan kewajibannya di sektor kredit perumahan meningkat, sementara kondisi perkreditan menjadi ketat.
Para analis di bank investasi Merril Lynch menunjuk kepada risiko yang meningkat terhadap harga pada awal 2008 dalam riset yang diterbitkan 13 Desember lalu kendati adanya prospek perlambanan pertumbuhan, adalah tahun “kebangkitan kembali OPEC” setelah banyak pihak mengatakan tentang melemahnya pengaruh organisasi yang memasok 40% minyak dunia itu

0 Comments:
Post a Comment