-->

Minggu, 16 Desember 2007

Pertumbuhan Ekonomi 2008 di prediksi 6 % - 6.5 %

Pertumbuhan ekonomi 2008 di prediksi 6 %-6.5 %
Oleh : zulfikar
Pertumbuhan ekonomi seperti yang disebutkan oleh pusat penelitian LIPI pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 akan mencapai kisaran 6 hingga 6,5 persen dibanding target pemerintah sebesar 6,8 persen.


Koordinator Tim Kajian P2E-LIPI, Latif Adam melalui keterangan tertulis LIPI yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan, ada berbagai alasan pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak akan setinggi seperti yang ditargetkan pemerintah.

Lulusan S-3 School of Economic the University of Queensland Australia bidang ekonomi industri itu memperkirakan, penurunan pertumbuhan ekonomi global dan tingginya harga minyak di pasar internasional, menyebabkan pertumbuhan ekonomi 2008 tak setinggi target pemerintah. Penurunan pertumbuhan ekonomi global itu akan mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia pada tahun 2008.

Selain pertumbuhan ekonomi, P2E-LIPI juga memprediksi kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2008 pada beberapa variabel penting yaitu nilai tukar, inflasi, harga minyak, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), pengangguran, kemiskinan, neraca perdagangan, dan investasi.

menurut Tony Prasetiantono
Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono memprediksikan pertumbuhan ekonomi pada t2008 masih sama dengan pertumbuhan pada 2007 yang besarnya 6,3%.

Di depan peserta Workshop Wartawan Ekonomi Yogyakarta 2007 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Minggu, Tony mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar itu belum mampu mengurangi tingkat pengangguran, karena daya serap tenaga kerja sangat rendah.

“Kondisi seperti itu akan menjadi masalah, apalagi pertumbuhan ekonomi pada 2007 karena didorong sektor nontradeble seperti sektor perbankan dan keuangan,” katanya.

Selain itu, meski sektor industri juga naik, faktor teknologi tinggi menjadikan penyerapan terhadap tenaga kerja rendah.

Ia menyebut contoh industri telekomunikasi yang kini maju pesat, tetapi karena merupakan industri padat teknologi, maka tingkat penyerapan tenaga kerja rendah, bahkan sejumlah operator telekomunikasi justru mengurangi tenaga kerjanya.

Menurut dia, salah satu upaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja adalah dengan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Karena itu, pemerintah perlu memberikan pembinaan kepada sektor usaha tersebut.

"Pihak perbankan mestinya memberikan mediasi kepada mereka, apalagi kredit mikro lebih banyak mendatangkan keuntungan bagi perbankan, karena banyaknya UMKM yang memanfaatkan kredit perbankan," katanya.

0 Comments: