-->

Selasa, 11 Desember 2007

China Di Hajar Inflasi

China Dihajar Inflasi
Oleh : Zulfikar
Berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis kemarin, indeks harga konsumen (IHK), parameter utama inflasi, pada November naik 6,9% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Ini merupakan tingkat inflasi tahunan tertinggi sejak Desember 1996. Hasil tersebut juga lebih tinggi dari inflasi tahunan Oktober yang sebesar 6,5%


Ekonom Citigroup Yiping Huang mengatakan, kenaikan inflasi yang melebihi target ini semakin meningkatkan kekhawatiran para pembuat kebijakan mengenai pertumbuhan ekonomi yang overheating.

“Seperti pernah kami kemukakan, pemerintah harus lebih memperketat (kebijakan) di sektor yang lebih luas pada tahun mendatang,” ujarnya. Menurut NBS,kenaikan harga bulan lalu kembali disebabkan melambungnya harga bahan pangan hingga 18,2%,yang dipicu harga daging. “Dengan meningkatnya harga bahan pangan, isu inflasi kemudian menambah beban masalah pada sektor makro,” tutur Huang.Dia memprediksi pemerintah akan meningkatkan nilai tukar mata uangnya lebih awal pada tahun depan bersamaan dengan pengontrolan likuiditas.

Data kenaikan inflasi dirilis sepekan setelah para elite pembuat kebijakan melakukan pertemuan di Beijing. Mereka sepakat bahwa pengawasan laju inflasi menjadi prioritas utama tahun depan. Berdasarkan data NBS, Sepanjang Januari–November, harga konsumen naik 4,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, pemerintah menargetkan inflasi setahun penuh hanya 3%. Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua,Kepala Ekonom NBS Yao Jingyuan mengatakan bahwa inflasi akan menembus 4,7%,tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Analis menilai, kenaikan inflasi dan pertumbuhan yang tetap tinggi menunjukkan segala langkah pengetatan moneter yang ditempuh China selama ini belum efektif. Seperti diketahui, China telah lima kali menaikkan suku bunga dan 10 kali meningkatkan rasio cadangan perbankan. Ekonom Lehman Brothers Sun Mingchun memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 27 basis poin sebelum akhir tahun jika inflasi masih lebih tinggi dari nilai suku bunga deposito untuk satu tahun.Saat ini, suku bunga deposito yang berlaku adalah 3,87%, sedangkan tingkat suku bunga pinjaman 7,29%.

Surplus Dagang Naik 53% atau 26.3 M dollar
China mencatat surplus perdagangan 26,28 miliar dolar AS pada November, turun dibandingkan dengan rekor 27,1 miliar dolar AS pada Oktober, kata administratur kepabeanan, Selasa.

Surplus naik dari 22,9 miliar dolar AS pada November 2006, sama seperti yang diungkapkan Senin oleh sebuah sumber yang dikenal dekat dengan data.

Ekspor tumbuh 22,8 persen dari setahun terdahulu, dengan impor naik 25,3 persen, kata lemabaga tersebut dalam situs internetnya.

Hasil jajak pendapat terhadap para ekonom oleh Reuters memperkirakan surplus 26,8 miliar dolar AS. Mereka memproyeksikan pertumbuhan tahunan ekspor 21,5 persen, dengan impor naik 22,5 persen.

Dalam 12 bulan surplus meningkat menjadi 260,3 miliar dolar dari 256,9 miliar dolar pada Oktober dan 253,7 miliar dolar AS pada September.

Untuk 11 bulan pertama 2007 surplus mencapai 238,13 miliar dolar AS, naik 52 persen dari 156,5 miliar dolar AS pada periode sama tahun lalu. Surplus untuk keseluruhan pada 2006 mencapai 177,47 miliar dolar AS.

0 Comments: