-->

Kamis, 29 November 2007

OPEC tingkatkan produksi dengan menginvestasi $150 Miliar

OPEC Tingkatkan Produksi Dengan Menginvestasi $150 Miliar
Oleh : zulfikar
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) berencana menginvestasikan $150 miliar mulai 2012 di lebih 120 proyek, termasuk kilang minyak raksasa, dalam usaha meningkatkan produksi hingga mencapai lebih lima juta barel per hari guna memenuhi permintaan yang terus meningkat, Presiden OPEC Mohammad al-Hamli yang juga Menteri Perminyakan Persatuan Emirat Arab (UAE), produsen terbesar ketiga OPEC, mengatakan di Singapura, Rabu.


“Kilang-kilang minyak raksasa itu direncanakan dan bahkan ada yang sedang dalam tahap pembangunan di dalam dan di luar negeri. Sementara negara anggota OPEC juga menanamkan investasi yang besar dalam pembangunan kilang dan prasarana pengiriman, seperti jaringan pipa minyak, fasilitas penyimpanan dan terminal,” katanya.

OPEC juga sedang memproses kerjasama dengan Asia di dalam sejumlah proyek industri hilir bersama di negara-negara Asia.

“Diharapkan prakarsa ini akan membantu meredakan ketatnya situasi dewasa ini dan menciptakan kembali keseimbangan di sektor industri hilir, walaupun diakui bahwa ini sebetulnya merupakan tanggung-jawab utama negara-negara konsumen,” kata al-Hamli.

OPEC menyalurkan 40% pasokan minyak mentah dunia dan anggota utamanya Arab Saudi memiliki seperempat cadangan minyak global.

Menurut al-Hamli, pasar minyak mendapat pasokan yang mencukupi, dan harga minyak yang tinggi belakangan ini benar-benar tidak pada tempatnya.

Sepekan menjelang diselenggarakannya KTT OPEC di Abu Dhabi 5 Desember mendatang, yang akan menetapkan kebijakan pasokan minyak untuk tahun depan, baik al-Hamli maupun Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi pada hari yang sama di Singapura kembali menegaskan bahwa harga pasaran minyak mengalami kenaikan karena ulah para spekulan.

Pasokan Cukup

“Kami sangat prihatin akan kenaikan harga minyak belakangan ini. Tapi kami dapat memastikan bahwa pasar dunia mendapat cukup pasokan dan stok minyak mencukupi,” kata Naimi dalam pidatonya pada konperensi energi di Singapura.

Menyuarakan pendapat menteri perminyakan OPEC lainnya, Naimi menyalahkan turunnya nilai dolar AS, spekulasi, dan kecemasan geopolitik yang menjadi penyebab naiknya harga minyak hingga mencapai 40% sejak pertengahan Agustus lalu, dengan mengatakan bahwa harga minyak mentah mencapai $100 per barel benar-benar sangat tidak beralasan jika berdasarkan permintaan dan pasokan.

“Samasekali tidak ada kaitannya antara fundamental dan harga sekarang. Tidak benar kalau ada yang mengatakan demikian. Kami tidak mengontrol harga, karena harga ditentukan oleh pasar,” kata Naimi.

Naimi juga mengatakan bahwa Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, memiliki kapasitas produksi 2,3 juta barel per hari dan akan menambahnya dengan 500.000 barel per hari bulan Desember.

Menurut Hamli, total kapasitas produksi OPEC saat ini sekitar tiga juta barel per hari.

0 Comments: