-->

Jumat, 19 Desember 2008

NPL Perbankan 2009 Akan Terasa

NPL Perbankan 2009 Akan Terasa
oleh : zulfikar
Krisis keuangan dunia yang diperkirakan masih akan terasa pada 2009 dipredikasi akan memicu meningkatnya kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di industri perbankan nasional. "Semua bank akan terkena kredit bermasalah tak terkecuali bank swasta nasional dan asing," kata ekonom Dradjad Wibowo di Jakarta Jumat (19/12). Menurutnya, kredit bermasalah di bank BUMN kemungkinan terkait dengan kredit di sektor pertambangan, perkebunan serta sebagian properti. Sedangkan di di bank lain kebanyakan kredit di sektor konsumsi dan sebagian properti. Dradjad yang juga anggota Komisi XI DPR itu mengatakan, risiko kredit macet di beberapa sektor saat ini sudah mengalami peningkatan, terutama di sektor perkebunan, pertambangan, properti dan konsumsi. Makin membengkaknya kredit bermasalah di beberapa sektor itu, ujarnya, akibat anjloknya harga komoditas dunia akan menyebabkan terganggunya arus kas penerimaan. Kondisi itu membuat debitor akan sulit untuk melunasi utang-utangnya. Selain itu, para debitor itu juga menghadapi kesulitan likuiditas, karena importir yang membeli barang membayarnya dari semula satu bulan menjadi dua bulan. Karena mereka meminta penangguhan pembayaran.



"Dengan risiko kredit maupun risiko likuiditas akan meningkatkan NPL. Ini perlu diwaspadai oleh perbankan," tuturnya. Ia mengatakan, NPL akan naik bisa di atas 3%. Oleh karena itu, ia minta agar industri perbankan dapat menyikapi potensi kenaikan NPL dari sekarang sehingga kenaikannya tidak terlalu signifikan


0 Comments: