BPD Tak Terkena Krisis
oleh : zulfikar
Krisis keuangan di Amerika Serikat tidak memukul pembiayaan kredit nasional jaringan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Seluruh Indonesia. Hal itu karena jaringan BPD tidak banyak menginvestasikan dananya ke sekuritas, produk investasi, valuta asing dan kartu kredit.Ketua umum Asosiasi Bank Daerah Seluruh Indonesia (Asbanda) Winny E. Hassan di sela-sela rapat koordinasi direktur utama dan direktur pemasaran BPD seluruh Indonesia di hotel Aryaduta, Pekanbaru, dalam rilisnya yang diterima Bisnis hari ini.Winny menambahkan di tengah kekhawatiran masyarakat akan tersumbatnya keran kredit pada proyek-proyek besar, BPD siap muncul memberikan bantuan solusi. "Banyak pihak kini telah memandang BPD sebagai satu kekuatan penting di industri perbankan nasional dengan total aset per Desember 2007 mencapai Rp170 triliun dan jaringan kantor sebanyak 1.864 yang tersebar di seluruh nusantara," ungkap Winny, yang juga direktur utama Bank DKI.Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asbanda kini menerobos dalam jajaran 5 bank besar di Indonesia, setelah Bank Mandiri, Bank BCA, BRI dan BNI. Untuk itu belum lama ini Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang para pimpinan BPD dan meminta untuk turut serta dalam membantu Kementerian Pekerjaan Umum menyediakan fasilitas pembiayaan beserta bank-bank besar yang lain.
oleh : zulfikar
Krisis keuangan di Amerika Serikat tidak memukul pembiayaan kredit nasional jaringan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Seluruh Indonesia. Hal itu karena jaringan BPD tidak banyak menginvestasikan dananya ke sekuritas, produk investasi, valuta asing dan kartu kredit.Ketua umum Asosiasi Bank Daerah Seluruh Indonesia (Asbanda) Winny E. Hassan di sela-sela rapat koordinasi direktur utama dan direktur pemasaran BPD seluruh Indonesia di hotel Aryaduta, Pekanbaru, dalam rilisnya yang diterima Bisnis hari ini.Winny menambahkan di tengah kekhawatiran masyarakat akan tersumbatnya keran kredit pada proyek-proyek besar, BPD siap muncul memberikan bantuan solusi. "Banyak pihak kini telah memandang BPD sebagai satu kekuatan penting di industri perbankan nasional dengan total aset per Desember 2007 mencapai Rp170 triliun dan jaringan kantor sebanyak 1.864 yang tersebar di seluruh nusantara," ungkap Winny, yang juga direktur utama Bank DKI.Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asbanda kini menerobos dalam jajaran 5 bank besar di Indonesia, setelah Bank Mandiri, Bank BCA, BRI dan BNI. Untuk itu belum lama ini Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang para pimpinan BPD dan meminta untuk turut serta dalam membantu Kementerian Pekerjaan Umum menyediakan fasilitas pembiayaan beserta bank-bank besar yang lain.
Himbauan Wapres tersebut terutama untuk mengamankan proyek-proyek vital seperti proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt dan 10 juta sambungan air minum untuk perumahan. Kedua proyek tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit. Menurut Winny, saat ini BPD telah menerima tawaran untuk membiayai sebagian dari proyek-proyek tersebut senilai Rp3,4 triliun. Diantaranya untuk pembangunan pembangkit listrik di Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.Untuk proyek penambahan 10 juta sambungan air minum rumah pada 2009-2013 untuk di 459 kota, rencananya membutuhkan investasi sebesar Rp78,41 triliun yang sedianya akan dipenuhi dengan pola pembiayaan saham, pinjaman dari bank, kredit perdagangan, kerjasama pemerintah dan swasta serta dari penerbitan obligasi.Winny mengakui, gejala umum yang terjadi sekarang kurang menguntungkan bagi proyek-proyek raksasa. Saat ini likuiditas menjadi kian sulit, ekspansi kredit terpaksa tertahan, serta terjadi gejolak bursa saham. Itu semua merupakan buntut dari krisis keuangan akibat subprime mortgage yang sedang melanda negeri paling berpengaruh di dunia, yakni Amerika Serikat. Dia menambahkan bagi bangsa Indonesia sendiri, mau tak mau, resesi di Amerika akan berdampak pada perekonomian kita, dikarenakan neraca ekspor Indonesia yang mencapai hampir 40%, selama ini ditujukan ke AS.

0 Comments:
Post a Comment