Bank Indover Perlu Perhatian, & Membuat Gelisah
oleh : zulfikar
Pemerintah mengakui ada sebagian dana milik bank-bank BUMN yang tersimpan di anak usaha Bank Indonesia di Belanda yakni Indover yang kini tengah dibekukan operasinya."Memang ada dana bank BUMN di Indover, tapi saya tidak tahu berapa besar jumlahnya," ujarnya ketika ditemui sebelum rakor menteri bidang ekonomi bersama kalangan perbankan di Graha Sawala, Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/10/2008).Sofyan Djalil berharap pemerintah beserta Bank Indonesia bisa mencari cara untuk menyelamatkan Bank Indover sehingga dana bank-bank BUMN yang disimpan di bank tersebut bisa selamat.Masalah penyelesaian pembekuan Bank Indover ini tergantung dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah. "Itu tergantung dari kebijakan pemerintah, kan tadi sudah dibahas di DPR," ujarnya.Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom mengatakan memang ada beberapa bank yang mendaftar kepada BI mengenai dananya yang disimpan di Indover. "Memang sudah ada yang daftar tapi saya lupa jumlahnya berapa," katanya usai rapat konsultasi dengan DPR mengenai Indover bersama Gubernur BI dan Menteri Keuangan di Gedung DPR.Miranda mengatakan untuk penyelamatan Indover BI sedang mencari beberapa jalan keluar dan berkonsultasi dengan DPR.Bank Indover memiliki kekurangan likuiditas, dana pihak ketiganya (DPK) dinilai minim oleh bank sentral Belanda. Jika ingin beroperasi normal, maka Bank Indover perlu suntikan modal. Untuk Bank Indover yang berkantor di Hong Kong masih beroperasi normal
oleh : zulfikar
Pemerintah mengakui ada sebagian dana milik bank-bank BUMN yang tersimpan di anak usaha Bank Indonesia di Belanda yakni Indover yang kini tengah dibekukan operasinya."Memang ada dana bank BUMN di Indover, tapi saya tidak tahu berapa besar jumlahnya," ujarnya ketika ditemui sebelum rakor menteri bidang ekonomi bersama kalangan perbankan di Graha Sawala, Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/10/2008).Sofyan Djalil berharap pemerintah beserta Bank Indonesia bisa mencari cara untuk menyelamatkan Bank Indover sehingga dana bank-bank BUMN yang disimpan di bank tersebut bisa selamat.Masalah penyelesaian pembekuan Bank Indover ini tergantung dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah. "Itu tergantung dari kebijakan pemerintah, kan tadi sudah dibahas di DPR," ujarnya.Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom mengatakan memang ada beberapa bank yang mendaftar kepada BI mengenai dananya yang disimpan di Indover. "Memang sudah ada yang daftar tapi saya lupa jumlahnya berapa," katanya usai rapat konsultasi dengan DPR mengenai Indover bersama Gubernur BI dan Menteri Keuangan di Gedung DPR.Miranda mengatakan untuk penyelamatan Indover BI sedang mencari beberapa jalan keluar dan berkonsultasi dengan DPR.Bank Indover memiliki kekurangan likuiditas, dana pihak ketiganya (DPK) dinilai minim oleh bank sentral Belanda. Jika ingin beroperasi normal, maka Bank Indover perlu suntikan modal. Untuk Bank Indover yang berkantor di Hong Kong masih beroperasi normal
Sementara Itu Ada 2 Opsi Penyelamatan
Bank Indonesia (BI) punya dua opsi untuk menyelamatkan Bank Indover yang kini sudah dibekukan pemerintah Belanda karena kesulitan likuiditas. Menurut wakil ketua komisi XI Endin Sofihara, BI bisa menyuntikkan modal ke Bank Indover atau ada investor dalam negeri yang masuk untuk mengambil alih bank tersebut. "Tadi belum ada keputusan Komisi XI, baru konsultasi. Tapi pendapat saya Indover itu sebaiknya dipertahankan kehidupannya, karena dia adalah satu-satunya bank Indonesia di luar negeri yang berbadan hukum Belanda. Jadi kehormatan betul buat BI," ujar Endin usai rapat konsultasi dengan BI terkait masalah Bank Indover di Dedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2008) . Menurut Endin, BI bisa menyelamatkan Bank Indover melalui suntikan modal meskipun UU BI melarang BI untuk melakukan penyertaan modal kepada anak usaha yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsi moneter BI. Syaratnya, BI sudah mengantongi izin DPR. UU no 23 tahun 1999 pasal 77 tidak membolehkan BI memberikan penyertaan modal. Namun menurut Endin, BI masih dapat memberikan suntikkan modal asalkan DPR menyetujui. "UU itu tidak bisa tanpa persetujuan DPR, kalau ada persetujuan DPR itu bisa," tuturnya. Dalam rapat konsultasi kali ini, lanjut Endin, memang terjadi perdebatan soal keabsahan suntikan modal untuk Bank Indover itu."Yang tidak boleh itukan penyertaan modal. Tapi inikan dalam rangka penyelamatan Indover, bukan penyertaan. Artinya orang lagi sakitkan perlu diobati. Nanti kalau sudah sehat dijual lagi ngga jadi soal. Memang sampai akhir tahun ini BI dilarang untuk memiliki anak perusahaan," paparnya.Mengenai opsi dijual ke investor strategis, menurut Endin saat ini sulit dilakukan mengingat bank tersebut kini masih terlilit masalah likuiditas. Mengenai sumber dana penyelamatan Indover dikatakan Endin harus dari anggaran BI. Dana penyelamatan juga tidak perlu mengganggu APBN, karena BI memiliki cadangan tujuan."Kalau diambil dari cadangan tujuan tidak akan mengganggu cadangan BI, tapi surplusnya akan berkurang. Kalau BI defisit dia tidak akan bisa menggunakan cadangan tujuan, cadangan tujuan hanya bisa dilakukan kalau dia surplus," katanya. Menurut Endin, masalah Bank Indover ini akan dibahas lagi pada Rabu, 22 Oktober mendatang, termasuk mengundang pihak dari Bank Indover,"Tapi yang jelas supaya memberikan ketenangan pasar uang Indonesia, kemudian juga jangan sampai kehormatan Indonesia dalam percaturan perbankan internasional jatuh," paparnya
Perbankan Nasional Mulai Gelisah Dengan Bank Indover
Dana beberapa perbankan dalam negeri ternyata "nyangkut" di Bank Indover, setelah pengadilan Belanda membekukan anak usaha Bank Indonesia itu karena masalah kekurangan likuiditas.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR Endin Soefihara usai rapat konsultasi penyelesaian masalah Bank Indover dengan Bank Indonesia dan Menteri Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2008)."Kreditur Indover banyak dari bank dalam negeri ada bank BUMN dan BPD," ujarnya. Endin mengatakan Indover memang harus diselamatkan karena banyaknya uang perbankan dalam negeri yang ternyata disimpan di Indover. "Kalau sampai Indover tidak bisa membayar maka bagaimana dampaknya terhadap neraca perbankan nasional," katanya.Akan tetapi dikatakan Endin, BI dalam rapat tersebut tidak menyebutkan berapa dana perbankan dalam negeri yang disimpan pada Indover.Usai rapat tersebut, Gubernur BI Boediono tidak menjelaskan apapun terkait rencananya untuk menyelamatkan Indover. "Saya belum bisa mengatakan apa-apa karena rapatnya tertutup, nanti pada saatnya akan disampaikan," katanya.Hal yang sama juga dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani yang enggan berkomentar mengenai Indover. "Saya tidak mau komentar," imbuhnya.Usai rapat tersebut baik dari pihak BI maupun pemerintah semua tutup mulut mengenai rencana penyelamatan Bank Indover.Sementara itu anggota Komisi XI Misbah Hidayat mengatakan dalam rapat tersebut BI memaparkan dampak yang akan dialami dengan pembekuan Indover saat ini. "Memang tadi ada beberapa bank dalam negeri seperti bank BUMN dan bank swasta yang disimpan di Indover," ujarnya.

0 Comments:
Post a Comment