Impor Premium 2 juta Barrel Pada September
oleh : zulfikar
Dalam menghadapi lebaran dan pemeliharaan kilang balongan, PT. Pertamina melalui, Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, jika biasanya impor premium hanya sekitar 3 juta barel, maka pada bulan September impornya bisa mencapai 5 juta barel."Kita sudah tambah impor premium cukup besar. Kita sudah siapkan kebutuhan Lebaran.September naik built up stok. Untuk September mendekati 5 juta barel," ujarnya usai raker Menteri ESDM dengan Komisi VII, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008) malam.Dengan tambahan impor tersebut, maka stok nasional akan dijaga diatas 20 hari hingga nuansa Lebaran usai.Tambahan impor premium dimaksudkan untuk mengantisipasi kenaikan penggunaan kendaraan saat mudik, arus Lebaran dan arus balik. Biasanya pada saat-saat seperti ini konsumsi naik sekitar 10-12%. Selain itu, tambahan impor juga dilakukan untuk menambal penurunan produksi dari kilang Balongan yang harus dirawat.
oleh : zulfikar
Dalam menghadapi lebaran dan pemeliharaan kilang balongan, PT. Pertamina melalui, Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, jika biasanya impor premium hanya sekitar 3 juta barel, maka pada bulan September impornya bisa mencapai 5 juta barel."Kita sudah tambah impor premium cukup besar. Kita sudah siapkan kebutuhan Lebaran.September naik built up stok. Untuk September mendekati 5 juta barel," ujarnya usai raker Menteri ESDM dengan Komisi VII, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2008) malam.Dengan tambahan impor tersebut, maka stok nasional akan dijaga diatas 20 hari hingga nuansa Lebaran usai.Tambahan impor premium dimaksudkan untuk mengantisipasi kenaikan penggunaan kendaraan saat mudik, arus Lebaran dan arus balik. Biasanya pada saat-saat seperti ini konsumsi naik sekitar 10-12%. Selain itu, tambahan impor juga dilakukan untuk menambal penurunan produksi dari kilang Balongan yang harus dirawat.
"Pas Lebaran naik 10-12%, terutama untuk premium. Karena banyak penggunaan mobil pribadi. Sementara solar naik juga naik, tapi hanya 5%. Biasanya digunakan bis-bis antar kota," katanya.Peningkatan konsumsi premium, menurut Hanung, sudah terlihat bahkan setelah pemerintah menaikkan harga BBM subsidi.Jika biasanya konsumsi premium hanya 52 ribu KL, maka kini naik 10% menjadi 56-58 ribu KL dan pada Lebaran bisa mencapai 70 ribu KL. "Kalau analisa kami, mungkin karena sebaran SPBU. Kendaraan jumlah," katanya.

0 Comments:
Post a Comment