Bank Sentral Zimbabwe Melakukan Sanering Zim$ 10 Milyar menjadi Zim$ 1
oleh : zulfikar
Bank Sentral Zimbabwe melakukan sanering mulai 1 Agustus 2008 dengan menerbitkan uang kertas baru Zim$1,00 yang direvaluasi dari uang kertas dengan nilai 10 miliar dolar Zimbabwe sehingga semua nilai moneter akan menjadi satu dolar Zimbabwe setelah kami hilangkan 10 nolnya, kata Gubernur Bank Sentral Gideon Gono, Rabu (30/7).“Dengan berlakunya revaluasi mata uang Zimbabwe mulai 1 Agustus itu, Bank Cadangan menerbitkan uang kertas baru, tidak lagi dalam bentuk cek yang sebagian sudah dipalsukan,” kata Gono ketika mengumumkan hal itu didampingi Presiden Robert Mugabe dalam usaha mengatasi anjloknya nilai mata uang negara itu yang dilanda inflasi sangat parah.Pemerintah juga akan menggunakan koin yang nilainya juga sudah merosot karena inflasi yang demikian luar biasa tingginya, yang kini mencapai rekor 2,2 juta persen.Gono mengatakan, mata uang baru itu mulai beredar Jum’at (1/8) dengan uang kertas Zim$500.Hingga Rabu (30/7), harga sepotong roti bahkan mencapai Zim$200 miliar di ibukota Harare.Uang kertas Zim$100 miliar diedarkan di Zimbabwe 21 Juli lalu dalam usaha mengatasi kekurangan uang kontan yang semakin menjadi-jadi, yang termasuk di dalam sekitar setengah lusinan uang kertas baru dengan nilai satuan sangat tinggi yang sudah diterbitkan dalam tahun ini.Januari lalu, uang kertas Zim$10 juta diedarkan, kemudian $50 juta bulan April. Bulan Mei diedarkan uang kertas Zim$100 juta dan $250 juta, yang segera diikuti dengan diedarkannya uang kertas dengan nilai satuan $5 miliar, $25 miliar dan Zim$50 miliar
oleh : zulfikar
Bank Sentral Zimbabwe melakukan sanering mulai 1 Agustus 2008 dengan menerbitkan uang kertas baru Zim$1,00 yang direvaluasi dari uang kertas dengan nilai 10 miliar dolar Zimbabwe sehingga semua nilai moneter akan menjadi satu dolar Zimbabwe setelah kami hilangkan 10 nolnya, kata Gubernur Bank Sentral Gideon Gono, Rabu (30/7).“Dengan berlakunya revaluasi mata uang Zimbabwe mulai 1 Agustus itu, Bank Cadangan menerbitkan uang kertas baru, tidak lagi dalam bentuk cek yang sebagian sudah dipalsukan,” kata Gono ketika mengumumkan hal itu didampingi Presiden Robert Mugabe dalam usaha mengatasi anjloknya nilai mata uang negara itu yang dilanda inflasi sangat parah.Pemerintah juga akan menggunakan koin yang nilainya juga sudah merosot karena inflasi yang demikian luar biasa tingginya, yang kini mencapai rekor 2,2 juta persen.Gono mengatakan, mata uang baru itu mulai beredar Jum’at (1/8) dengan uang kertas Zim$500.Hingga Rabu (30/7), harga sepotong roti bahkan mencapai Zim$200 miliar di ibukota Harare.Uang kertas Zim$100 miliar diedarkan di Zimbabwe 21 Juli lalu dalam usaha mengatasi kekurangan uang kontan yang semakin menjadi-jadi, yang termasuk di dalam sekitar setengah lusinan uang kertas baru dengan nilai satuan sangat tinggi yang sudah diterbitkan dalam tahun ini.Januari lalu, uang kertas Zim$10 juta diedarkan, kemudian $50 juta bulan April. Bulan Mei diedarkan uang kertas Zim$100 juta dan $250 juta, yang segera diikuti dengan diedarkannya uang kertas dengan nilai satuan $5 miliar, $25 miliar dan Zim$50 miliar
Gono mengatakan, dia akan mengumumkan pekan ini tentang langkah-langkah yang akan diambil guna mengatasi kekurangan uang kontan di Zimbabwe. “Saya tidak akan mengatakan tanggal yang pasti dan batas waktu penarikan karena mereka yang tidak ingin negeri ini sehat akan mulai muncul dengan pola-pola kecil mereka untuk menghadapi kami,” katanya.
PembatasanZ$100 Miliar
Pembatasan penarikan uang kontan hingga hanya Zim$100 miliar sudah diberlakukan sejak lama. Ini membuat sejumlah pedagang punya akses untuk mendapatkan uang kontan melalui para pejabat bank yang korup dan mereka yang bergerak di dalam bisnis minuman keras untuk menjual uang kontan kepada rakyat Zimbabwe yang kondisinya sudah sangat menyedihkan.Uang dijual pada tingkat berkisar antara 20% dan 50% dan akan naik tergantung sampai di mana beraninya pembeli.Gono memperingatkan para pelaku bisnis dan perorangan yang membebankan biaya atas barang-barang dan jasa mereka dalam mata uang asing agar menghentikan operasi ilegal mereka, karena Zimbabwe tidak punya devisa di bank-banknya.Zimbabwe yang pernah menjadi negara terkaya di Afrika, kini perekonomiannya sangat kacau-balau dengan inflasinya yang mencapai rekor 2,2 juta persen dan dengan angka-angka nol yang dengan mudahnya secara reguler ditambahkan ke dalam nilai nominal mata uangnya.Ketiadaan stok uang Zimbabwe, inflasi dan kekurangan kronis atas pangan, bensin, obat-obatan dan sebagian besar kebutuhan pokok membuat banyak bisnis di Harare menjadi terhenti. Toko-toko kecil dan paling tidak empat restoran utama sudah tutup, sementara para pedagang kecil berusaha mengatasi keadaan menghadapi harga yang pasti dan devaluasi atas mata uang.Media pemerintah Zimbabwe melaporkan Sabtu, klub-klub malam menutup kegiatannya karena sepi pengunjung setelah kenaikan 2.000% harga bir dan soft drink dalam sepekan terakhir.

0 Comments:
Post a Comment