Laba Bersih Perbankan Mengalami Penurunan
oleh : zulfikar
Berdasarkan data Bank Indonesia, laba bersih yang dihimpun perbankan nasional per April 2008 mencapai Rp 11,86 triliun. Nilai itu turun 4,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 12,44 triliun. Banyak kalangan memperkirakan laba bersih perbankan tahun 2008 bakal anjlok dibandingkan dengan tahun 2007. Jika ini benar terjadi, akan menjadi pengulangan tahun 2005 tatkala laba bersih bank juga anjlok.Pada tahun 2006 dan 2007, perbankan mencatat pertumbuhan laba yang signifikan. Bahkan, pada tahun 2007 laba bersih perbankan mencatat rekor sebesar Rp 35,02 triliun.Ekonom BRI, Djoko Retnadi, Selasa (17/6) di Jakarta, menjelaskan, ada sejumlah faktor yang membuat laba bank menurun.Pertama, kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) mulai meningkat. Pada bulan April 2008, rasio NPL gros mencapai 4,39 persen, naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 4,33 persen. Kenaikan NPL membuat perbankan harus menyisihkan pencadangan yang lebih besar sehingga potensi laba pun menurun. Lonjakan NPL terjadi karena kesulitan yang dihadapi pengusaha akibat kenaikan ongkos produksi dan memburuknya perekonomian.Kedua, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menurun. NIM menipis karena suku bunga dana otomatis naik mengikuti suku bunga acuan (BI Rate), tetapi suku bunga kredit tetap ditahan agar tidak memberatkan nasabah
oleh : zulfikar
Berdasarkan data Bank Indonesia, laba bersih yang dihimpun perbankan nasional per April 2008 mencapai Rp 11,86 triliun. Nilai itu turun 4,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 12,44 triliun. Banyak kalangan memperkirakan laba bersih perbankan tahun 2008 bakal anjlok dibandingkan dengan tahun 2007. Jika ini benar terjadi, akan menjadi pengulangan tahun 2005 tatkala laba bersih bank juga anjlok.Pada tahun 2006 dan 2007, perbankan mencatat pertumbuhan laba yang signifikan. Bahkan, pada tahun 2007 laba bersih perbankan mencatat rekor sebesar Rp 35,02 triliun.Ekonom BRI, Djoko Retnadi, Selasa (17/6) di Jakarta, menjelaskan, ada sejumlah faktor yang membuat laba bank menurun.Pertama, kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) mulai meningkat. Pada bulan April 2008, rasio NPL gros mencapai 4,39 persen, naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 4,33 persen. Kenaikan NPL membuat perbankan harus menyisihkan pencadangan yang lebih besar sehingga potensi laba pun menurun. Lonjakan NPL terjadi karena kesulitan yang dihadapi pengusaha akibat kenaikan ongkos produksi dan memburuknya perekonomian.Kedua, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menurun. NIM menipis karena suku bunga dana otomatis naik mengikuti suku bunga acuan (BI Rate), tetapi suku bunga kredit tetap ditahan agar tidak memberatkan nasabah
Selain itu, di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu kenaikan harga minyak dan pangan dunia, banyak pelaku usaha mengambil sikap menunggu dan menyetop sementara ekspansinya. Akibatnya, permintaan kredit pun turun.Ekonom BNI, Tony Prasetiantono, mengatakan, permintaan kredit konsumsi pun akan turun seiring merosotnya daya beli masyarakat akibat digerogoti inflasi.Posisi kredit perbankan nasional per April 2008 mencapai Rp 1.103 triliun. Sekitar 71 persen dari total kredit itu dialokasikan untuk modal kerja dan investasi. Adapun dana pihak ketiga pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 1.466 triliun

0 Comments:
Post a Comment