-->

Jumat, 06 Juni 2008

BI :Target Inflasi 2009 Maksimal Sebesar 7.5 %

BI :Target Inflasi 2009 Maksimal Sebesar 7.5 %
oleh : zulfikar
Bank Indonesia (BI) memprediksikan laju inflasi 2009 akan berada pada level 6,5–7,5%, jauh lebih rendah dari inflasi 2008 yang diperkirakan menembus dua digit. Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan, bank sentral berupaya mengendalikan inflasi pada tahun ini dengan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate). “Inflasi 2008 tinggi akibat kenaikan harga BBM yang bersifat one shoot (berpengaruh langsung),” kata dia dalam lokakarya wartawan di Yogyakarta kemarin. Kepala Ekonom PT BNI Tbk Tony Prasetyantono mengatakan, target inflasi 2009 tersebut bisa saja tercapai. Namun, BI diminta tetap memperhitungkan kemungkinan terjadinya gejolak kenaikan harga minyak dan komoditas di pasar internasional. “Jika harga minyak mulai stabil (mencapai level off) di suatu titik,misal USD125 per barel dan bertahan hingga 2009,maka inflasi cenderung bisa dikendalikan,”katanya. Dalam Rapat Kerja Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009 dengan Panitia Anggaran DPR beberapa waktu lalu,muncul usulan agar target inflasi 2009 berada pada kisaran 5,5–7,5%. “Itu angka yang optimistis.


Kalau dari rapat Dewan Gubernur BI, yang paling realistis digunakan sekitar 6,5– 7,5%.Tetapi ada baiknya juga melihat target 6,5 plus minus 1%, sehingga kita lebih optimistis,” ujarnya. Hartadi menuturkan, BI tetap berupaya memperkuat nilai tukar rupiah. Ini disebabkan masih adanya peluang penguatan karena neraca pembayaran Indonesia tetap positif. “Dengan penguatan rupiah, beban kenaikan suku bunga menjadi tidak terlalu berat.

Neraca pembayaran pada tahun ini masih tetap surplus akibat neraca modal masih tetap positif,” paparnya. Masih surplusnya neraca pembayaran, lanjut Hartadi, terlihat dari perkiraan bertambahnya cadangan devisa pada tahun 2009 menjadi USD81,1 miliar. Sementara mengenai pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, Hartadi memperkirakan apabila tren lajunya terus seperti pada kuartal I yang mencapai 6,28% maka sampai akhir tahun masih bisa di atas 6%


0 Comments: