-->

Kamis, 29 Mei 2008

Richard Fisher, The Fed Harus Naikkan Suku Bunga

Richard Fisher, The Fed Harus Naikkan Suku Bunga
oleh : zulfikar
Presiden Bank Cadangan Federal (Fed) Dallas, Richard Fisher menyatakan harapannya agar bank sentral AS menaikkan kembali suku bunga antar bank overnight-nya bila masyarakat konsumen mulai menyadari kenaikan lebih besar harga barang-barang.“Kalau perkembangan inflasi, apalagi ekspektasi inflasi semakin memburuk, saya pikir perubahan arah kebijakan moneter akan segera terjadi walau (kita) sedang menghadapi kondisi ekonomi yang sedang menderita ‘lesu darah’,” kata Fisher, Rabu (28/5) dalam pidatonya di San Francisco.Seluruh ketua bank sentral (Fed), termasuk Gary Stern dari Minneapolis dan Thomas Hoenig dari Kansas City, telah menyatakan keprihatinan mereka yang semakin besar bulan ini karena harga-harga yang terus naik. Fisher (59), adalah satu-satunya anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang tiga kali menolak keputusan untuk menurunkan suku bunga antar-bank overnight, dengan keinginannya tetap mempertahankan tingkat suku bunga atau setidaknya melakukan penurunan yang tidak begitu agresif.


“Saya tidak tahu kalau ada orang di komite yang tidak prihatin terhadap inflasi,” kata ketua Fed Dallas itu setelah berpidato di Commonwealth Club, California. “Yang menjadi pertanyaan ialah, ‘bagaimana mengatasinya?’ Itulah yang harus dibicarakan,” katanya.

Para pembuat kebijakan Fed memperkirakan April lalu bahwa harga konsumen, di luar harga pangan dan energi, akan naik tahun ini dengan 2,2% hingga 2,4%, lebih tinggi dari porkas 2% hingga 2,2% Januari lalu, kata sejumlah tokoh bank sentral itu dalam pernyataan mereka yang dirilis 21 Mei lalu. PDB AS akan naik dengan 0,3% hingga 1,2% tahun ini, turun dari 1,3% hingga 2% pertumbuhan yang diperkirakan para pejabat Fed bulan Januari.

Periode Lesu Darah

AS “kini sedang berada di dalam periode kegiatan ekonomi yang sedang mengalami lesu darah” yang kemungkinan akan berakhir “untuk sementara,” kata Fisher setelah berpidato. Ketika pertumbuhan ekonomi berlangsung dengan cepat, AS kemungkinan “dibebani oleh tingkat inflasi yang lebih tinggi dari yang biasanya kita harapkan.”

Sebagian besar pejabat bank sentral mempertimbangkan keputusan menurunkan suku bunga (fed fund rate) bulan lalu sebagai “keputusan akhir”, sesuai dengan notulen hasil rapat mereka 29-30 April.

Fisher dan Charles Plosser, ketua Fed Philadelphia, lebih menginginkan tidak ada perubahan suku bunga karena adanya “perkembangan yang jauh lebih mengkhawatirkan” di dalam tingkat inflasi.

Para pedagang future memperkirakan 96% kemungkinan tidak akan ada perubahan tingkat suku bunga benchmark dalam pertemuan Fed berikutnya bulan Juni. Fed sudah menurunkan suku bunga utama AS dengan 2,25% poin tahun ini, penurunan paling agresif selama dua dasawarsa.

Sebagian besar isi pidato Fisher mengungkapkan tentang situasi fiskal jangka panjang pemerintah yang disebutnya sebagai “badai menakutkan yang terus membesar dalam bentuk hutang pemerintah yang tidak terkendali.”

“Kecuali kita mengambil langkah-langkah mengatasinya, situasi fiskal jangka panjang pemerintah federal tidak terbayangkan akan lebih menghancurkan kemakmuran ekonomi kita ketimbang bencana subprime dan pasar kredit kita baru-baru ini,” katanya.

Ketua Fed Minneapolis, Gary Stern mengatakan dalam pidatonya di Altoona, Wisconsin, Kamis, inflasi terlalu kini tinggi dan bank sentral mestinya mempertimbangkan waktu dan pentingnya menurunkan suku bunga lagi



0 Comments: