Bappenas : Bank Dunia Berkomitmen Berikan Pembiayaan $2 M
oleh : zulfikar
Pemerintah berhasil mendapatkan komitmen pinjaman dari Bank Dunia sebesar USD2 miliar untuk tahun anggaran 2008. Seperti yang diungkapkan oleh direktur Pembiayaan Luar Negeri Multilateral Kementerian PPN/Bappenas Dewo Broto Joko Putranto di Jakarta kemarin. Menurut Dewo,komitmen pinjaman Bank Dunia tersebut terdiri atas USD1,2 miliar untuk pinjaman program dan USD800 juta untuk pinjaman proyek. Selain itu, Indonesia juga memiliki peluang untuk mengajukan pinjaman luar negeri melebihi jumlah yang sudah menjadi komitmen Bank Dunia tersebut.Nantinya pinjaman tersebut akan diperhitungkan sebagai bagian dari pinjaman program Indonesia tahun anggaran 2009.
oleh : zulfikar
Pemerintah berhasil mendapatkan komitmen pinjaman dari Bank Dunia sebesar USD2 miliar untuk tahun anggaran 2008. Seperti yang diungkapkan oleh direktur Pembiayaan Luar Negeri Multilateral Kementerian PPN/Bappenas Dewo Broto Joko Putranto di Jakarta kemarin. Menurut Dewo,komitmen pinjaman Bank Dunia tersebut terdiri atas USD1,2 miliar untuk pinjaman program dan USD800 juta untuk pinjaman proyek. Selain itu, Indonesia juga memiliki peluang untuk mengajukan pinjaman luar negeri melebihi jumlah yang sudah menjadi komitmen Bank Dunia tersebut.Nantinya pinjaman tersebut akan diperhitungkan sebagai bagian dari pinjaman program Indonesia tahun anggaran 2009.
Hal ini terkait kesanggupan Bank Pembangunan Asia (ADB) yang hanya bisa memenuhi pinjaman programnya USD650 juta dengan peluang tambahan USD 100 juta dari sisa saving pinjaman ADB di negara-negara regional Asia. Dalam APBN Perubahan 2008,target pinjaman program pemerintah sebelumnya diproyeksikan bersumber dari ADB sebesar USD1,1 miliar, Bank Dunia sebesar USD1,2 miliar, dan Japan Bank for InternationalCorporation( JBIC) sebesar USD 500–600 juta.
DeputiKemenegPPN/Bappenas Bidang Pendanaan Pembangunan Lukita Dinarsyah Tuwo sebelumnya mengatakan, setelah ADB tidak menyanggupi total pemberian pinjaman program USD 1,1 miliar untuk tahun 2008, JBIC juga menyatakan ketidaksanggupannya menambah komitmen pinjaman untuk Indonesia.
”Jadinya, kita harus ambil berbagai opsi pinjaman dari berbagai sumber lain,”ujar dia. Direktur Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, pemerintah masih memiliki alternatif pemenuhan pinjaman program melalui pinjaman bilateral. Pinjaman ini bisa didapat dari pinjaman luar negeri seperti Prancis (antara)

0 Comments:
Post a Comment