Pertumbuhan Malaysia Sebesar 5-6 %
Pertumbuhan ekonomi Malaysia diperkirakan melamban menjadi hanya 5,0-6,0% tahun 2008, turun dari 6,3% tahun lalu akibat dampak dari perlambanan pertumbuhan global yang dipicu oleh krisis ekonomi AS, demikian menurut bank sentral Malaysia, Bank Negara.Bank Negara mengatakan, naiknya harga bahan bakar, komoditi dan bahan makanan akan mendongkrak inflasi untuk tahun itu menjadi antara 2,5-3% dari 2,0% tahun 2007.
Pertumbuhan ekonomi Malaysia diperkirakan melamban menjadi hanya 5,0-6,0% tahun 2008, turun dari 6,3% tahun lalu akibat dampak dari perlambanan pertumbuhan global yang dipicu oleh krisis ekonomi AS, demikian menurut bank sentral Malaysia, Bank Negara.Bank Negara mengatakan, naiknya harga bahan bakar, komoditi dan bahan makanan akan mendongkrak inflasi untuk tahun itu menjadi antara 2,5-3% dari 2,0% tahun 2007.
“Tahun 2008, faktor eksternal diperkirakan akan semakin memburuk dengan masih belum terpecahkannya krisis keuangan yang meledak di Amerika Serikat,” kata Gubernur Bank Sentral Zeti Akhtar Aziz.
“Dengan adanya perkembangan seperti ini, perekonomian Malaysia diperkirakan tumbuh 5-6% tahun 2008, yang akan terus didukung oleh permintaan domestik yang kuat dalam suasana permintaan eksternal yang lemah,” katanya.
Zeti mengatakan, permintaan domestik diperkirakan tumbuh 5,6% tahun ini, dibandingkan 10,5% tahun lalu.
Menurut Zeti, Bank Negara sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk mendorong perekonomian dengan 0,5-1,5 persen poin seandainya pertumbuhan berada dalam keadaan berbahaya dengan turun hingga dibawah 5,0%.
“Langkah-langkah itu bisa diimplementasikan agar belanja konsumsi berkesinambungan, memberikan lebih banyak insentif untuk peningkatan efisiensi di sektor swasta dan memberikan suasana investasi yang kondusif untuk para investor,” katanya.
“Ini bisa diterapkan ketika terjadi perlambanan yang cukup signifikan kapanpun, yang sebegitu jauh sampai sekarang masih belum kita lihat.”
Menopang dan Mengganggu
Zeti mengatakan, sementara permintaan domestik dan perdagangan yang terus meningkat di kalangan negara-negara Asia akan menopang perekonomian, kemerosotan di AS -- mitra dagang terbesar Malaysia -- dan di negara-negara ekonomi besar lainnya akan mengganggu perdagangan global.
Dalam tahun depan, pengeluaran umum yang termasuk untuk berbagai proyek prasarana besar-besaran yang ditujukan untuk meningkatkan pembangunan daerah di Malaysia “akan memperkuatpertumbuhan”, katanya.
Pertumbuhan investasi swasta diperkirakan akan menciut menjadi hanya 6,3% dari 12,3% tahun lalu, sementara investasi publik juga akan mencapai level pertumbuhan terendahnya selama tiga tahun terakhir menjadi hanya 0,5% dari 8,0%.
Wan Suhaimi Saidi, ekonom Kenanga Investment Bank, mengatakan, perkiraan bank sentral itu mencerminkan adanya kerentanan di pasar dan di sektor perekonomian yang menjelaskan tentang betapa luasnya ruang lingkup target pertumbuhan.
“Di luar faktor eksternal tersebut, sampai taraf tertentu saya pikir hasil pemilu yang menggoncangkan baru-baru ini boleh jadi juga bisa mempengaruhi tinjauan ekonomi yang kurang menggembirakan itu karena bisa mempengaruhi belanja fiskal,” kata Wan Suhaimi.
Namun demikian, Zeti mengatakan bahwa goncangan politik samasekali tidak ada pengaruhnya kepada tinjauan ekonomi.
“Perkembangan politik sudah menunjukkan berlangsungnya proses demokrasi, lagipula perekonomian berada pada landasannya yang solid, dengan fundamental mendasarnya yang kuat,” katanya (AFP)

0 Comments:
Post a Comment