-->

Sabtu, 08 Maret 2008

Ekonomi AS Semakin Babak Belur

Ekonomi AS Semakin Babak Belur
oleh : zulfikar
Ekonomi AS kini dihadapi dengan krisis yang semakin didepan mata hal ini ditandai bursa saham di AS, Asia dan Eropa yang mengalami tekanan, sehingga beberapa mata uang Asia mengalami tekanan hebat.Won Korea Selatan dan rupee India jatuh hingga 1% setelah munculnya kabar buruk dari pasar kredit dan kekhawatiran terhadap ekonomi AS yang mendorong investor melepas aset berisiko.Won jatuh ke tingkat terendah dalam 10 bulan terakhir sementara rupee mencatat penurunan terbesar dalam satu hari sejak Agustus lalu.“Tidak ada yang tahu apa lagi yang akan menimpa pasar,” kata Josep Tan dari Fortis Bank.Keengganan investor pada aset berisiko terlihat dari ambruknya semua pasar efek: Amerika, Asia dan Eropa
dengan anjloknya bursa saham


Pelaku pasar sangat mengkhawatirkan data tenaga kerja AS untuk Februari yang dirilis malam ini setelah sehari sebelumnya pasar guncang dengan angka penyitaan rumah di negeri Super Power itu kuartal lalu, yang mencapai rekor tertinggi dalam sejarah.

Analis mengatakan, keadaan pasar saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya.

Pada tahun-tahun lalu, banyak investor yang masuk dan menikmati tren kenaikan pasar.

Saat ini, pelaku pasar aktif saat keadaan memungkinkan dan segera keluar kembali setelah mendapatkan keuntungan seadanya.

Trader di Hong Kong mengatakan, mengelola posisi sangatlah sulit pada kondisi yang terus berubah.

Setiap hari terjadi pergerakan liar dengan siklus yang terlalu pendek.

Pasar di Jakarta tutup hari ini karena libur Hari Raya Nyepi.

Kurs mata uang Asia terhadap dolar AS tercatat sebagai berikut:

Dolar Singapura: 1,3854 per dolar AS, naik dari 1,3860
Dolar Taiwan: 30,705, naik dari 30,748
Won Korea: 957,30, turun dari 949,40
Baht Thailand: 31,52, naik dari 31,54
Peso Pilipina: 40,83, turun dari 40,56
Rupee India: 40,62, turun dari 40,23
Ringgit Malaysia: 3,1660, tidak berubah dari sebelumnnya
Yuan China: 7,1065 turun dari 7,1059.

Di Tokio, dolar jatuh ke tingkat terendah dalam tiga tahun terakhir terhadap yen dan terpuruk ke rekor terendah terhadap beberapa mata uang utama dunia lainya.

Pedagang ramai membicarakan mengenai bank-bank investasi yang mengurangi keterlibatan mereka pada aset berisiko dan sejumlah manager investasi yang mulai menjual surat utang berbasis mortgage berkualitas tinggi guna mencari dana segar.

Saat ini spekulai beredar kencang bahwa Fed akan melakukan sidang darurat untuk menetapkan suku bunga.

Bank sentral AS itu akan melakukan penurunan suku bunga secara darurat sebelum berlangsungnya rapat 18 Maret, terutama jika data tenaga kerja yang dirilis hari ini menunjukkan penurunan angka yang tajam.

Investor menduga bahwa Fed akan menurunkan suku bunga 1% penuh sebagai respon terhadap keadaan ekonomi yang semakin lesu.

Indeks Nikkei naik 432,62 poin (3,27%) dan ditutup 12.782,80.

Dolar AS terakhir tercatat 102,45 dibanding dengan 102,61 sebelumnya.

Di London, dolar anjlok ke rekor terendah terhadap euro dan franc Swiss di tengah menguatnya ketakutan terhadap resesi.

Pasar memperkirakan bahwa Fed akan mengambil langkah darurat seperti menaikkan suku bunga lebih cepat dari jadwal dengan tingkat kenaikan yang sangat besar.

Sikap Fed dalam menghadapi krisis ekonomi sangat berlawanan dengan sikap yang ditunjukkan bank sentral Eropa.

Dalam sidangnya pada hari Kamis, European Central Bank mempertahankan suku bunga pada tingkat 4%.

Bank sentral itu tidak menanggapi harapan penurunan suku bunga dan tidak menunjukkan keprihatinan terhadap euro yang semakin kuat.

Kurs tukar dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:

Yen Jepang: 101,96, turun dari 103,09
Franc Swiss: 1,0205, turun dari 1,0255
Dolar Kanada: 0,9829, turun dari 1,0144
Sterling terhadap dolar AS: 2,0126, naik dari 2,0092
Euro terhadap dolar AS: 1,5206, naik dari 1,5192.

Harga Emas

Di Comex New York, harga emas naik pada pembukaan Jumat.

Kontrak April diperdagangkan $982,80 per ounce, naik $5,70 dari penutupan sebelumnya.

Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Jumat tercatat $981,70, naik $976,20 sebelumnya.

Di London, emas naik dan bergerak ke arah $1000 setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi tajam. Dolar yang jatuh sangat mendukung emas.

Sementara itu, harga emas bergerak pada kisaran $105 per barel, tidak jauh dari rekor kemarin.

Harga minyak yang tinggi menimbulkan ancaman menguatnya tekanan infl;asi.

Saat ini minat investasi pada komoditi meningkat, dan emas adalah instrumen hedge utama terhadap inflasi.

Sepanjang tahun ini, emas telahmencatat kenaikan 20%. Investor dan spekulan terus membeli emas di balik bayang-bayang semakin melemahnya dolar.

Menjelang siang, harga emas tercatat $984,70 per ounce, dibanding $982,20 sebelumnya.

Harga perak tercatat $20,17 per ounce, naik 2 sen dari sebelumnya.

Di Asia, emas ditutup bervariasi di tengah meredanya volatilitas harga setelah jatuhnya dari rekor tertinggi sehari sebelumnya.

Spot masih mencatat kenaikan jika dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di New York.

Sementara emas berjangka berdenominasi yen turun karena penguatan yen atas dolar.

Investor menunggu rilis data tenaga kerja AS dan emas diperkirakan konsolidasi untuk menembus rekor baru pada tingkat $1000.

Bargain hunter dan para pemilik toko emas kelihatan aktif melakukan pembelian pada saat harga turun, namun sejumlah investor menahan diri sambil menunggu perkembangan pergerakan valas.

Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2008, turun 65 yen dan ditutup 3.250 per gram.

Di Singapura, harga sempat tercatat $978,00, naik dari $976,20 pada penutupan sebelumnya di New York.

Di Hong Kong, harga ditutup $981,00 per ounce, turun dari $989,60.

0 Comments: