-->

Senin, 24 Maret 2008

Bank Of England Tawarkan Pinjaman Sebesar 5 miliar pound ($9,9 miliar) kepada bank-bank

Bank Of England Tawarkan Pinjaman Sebesar 5 miliar pound ($9,9 miliar)
oleh : zulfikar

Bank of England mengatakan sedang mengadakan pembicaraan dengan bank-bank sentral lainnya tentang bagaimana “mengurangi ketegangan” di pasar keuangan, walaupun pihaknya tidak sampai menganggap perlunya para pembayar pajak sampai menanggung risiko kredit.Bank sentral Inggris mengatakan bahwa pihaknya “tidak termasuk di antara” bank-bank yang oleh Financial Times dilaporkan bermaksud membeli saham-saham dukungan mortgage guna memuluskan pinjaman kepada konsumen setelah melonjaknya bunga pinjaman atas kredit di seluruh dunia.


Badan Cadangan Federal AS/Fed (bank sentral AS) juga membantah sedang mengadakan pembicaraan untuk membeli saham tersebut.

“Memang kami sedang membahas sejumlah opsi lainnya, namun masih terlalu dini untuk sampai kepada sebuah keputusan,” kata sebuah pernyataan Bank of England yang berkantor-pusat di London.

“Bank of England tidak termasuk diantara yang dilaporkan hari ini mengusulkan rencana yang akan menetapkan para pembayar pajak ketimbang bank dalam menanggung risiko kredit.”

Lembaga-lembaga keuangan telah mengecam Bank of England karena tidak cukup berbuat untuk meredakan situasi di pasar keuangan. Gubernur Bank of England Mervyn King menawarkan pinjaman tambahan 5 miliar pound ($9,9 miliar) kepada bank-bank 20 Maret lalu, langkah pertama dari sejenisnya yang dilakukan dalam enam bulan untuk menaikkan bunga pinjaman oleh bank-bank hingga mendekati 5,25% suku bunga benchmark.

King akan membicarakan strateginya dalam dengar pendapat dengan para pembuat undang-undang di Parlemen 26 Maret ini.

Suku bunga antar bank, atau LIBOR, untuk pinjaman tiga bulan dalam pound, naik menjadi 5,99% pada 20 Maret, yang tertinggi sejak Desember lalu setelah keruntuhan pasar subprime mortgage (KPR) di AS membuat bank-bank menjadi enggan untuk saling meminjam.

Melonjaknya suku bunga kredit menghambat perkembangan pinjaman kepada konsumen di Inggris, terutama untuk kredit rumah baru. Bank-bank menarik tawaran pinjaman mereka dan menaikkan bunga pinjaman dalam beberapa pekan terakhir.

Financial Times melaporkan Sabtu bahwa para pembuat kebijakan sedang membicarakan apakah akan membeli saham-saham dukungan mortgage sebagai salah satu cara memulihkan kepercayaan kepada sistem keuangan dan menjamin pendanaan bagi pinjaman baru (AFP)



0 Comments: