The Fed Turunkan Suku Bunga 50 bps
oleh : zulfikar
Sesuai dengan prediksi para analis akhirnya the fed mengumumkan penurunan suku bunganya 50 bps menjadi 3,0%.
oleh : zulfikar
Sesuai dengan prediksi para analis akhirnya the fed mengumumkan penurunan suku bunganya 50 bps menjadi 3,0%.
Penurunan suku bunga menjadi 3,0% itu diumumkan Rabu, hanya delapan hari setelah dilakukannya langkah sama yang diambil secara darurat sebesar 0,75 persen poin karena adanya gejolak pasar saham global dan kondisi perekonomian negara terbesar di dunia itu yang anjlok dengan cepat.
Beberapa menit setelah Fed mengumumkan penurunan suku bunga tersebut, pasar saham di Wall Street sempat naik kendati kemudian turun lagi.
Robert Brusca di FAO Economics mengatakan, “Melihat yang terjadi di Jepang dengan gejolak pasar propertinya, Fed memutuskan tidak mau mengambil risiko pasar perumahan yang lemah sebagai penyebab utama terjadinya resesi di samping sektor keuangan yang lemah yang bisa berubah menjadi bencana ekonomi.”
Penurunan suku bunga oleh bank sentral AS itu akan bisa membantu menurunkan biaya pinjaman dalam cakupan luas bagi para konsumen dan pelaku bisnis, dan juga akan bisa membantu dalam memacu aktivitas perekonomian yang terpuruk karena anjlok paling tajamnya pasar perumahan selama beberapa dasawarsa terakhir yang berpengaruh besar terhadap sektor keuangan.
Ketika Fed mengadakan pertemuan, Departemen Perdagangan melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS melamban dengan tajam mencapai 0,6% atas dasar tahunan pada kuartal keempat 2007, turun dari 4,9% pada kuartal ketiga.
Bisa turun lagi
“Melihat kenyataan langkah Fed itu diambil hanya delapan hari setelah penurunan suku bunga sebelumnya, menunjukkan volume tentang seberapa jauh di balik kurva keadaannya sendiri yang diperkirakan Fed. Dan saya pikir bahwa yang diperlihatkan Fed menunjukkan bahwa mereka akan menurunkan suku bunga lagi,” kata Roebrt MacIntosh, kepala ekonom di Eaton Vance Management.
MacIntosh berkeyakinan Fed akan menurunkan suku bunga lagi hingga menjadi 2% guna menghindarkan terjadinya resesi, namun tidak sampai menjadi hanya 1% yang menurut sejumlah pengamat bisa membuat terjadinya bubble (pertumbuhan sangat pesat) di sektor perumahan.
Sejumlah analis lain mengatakan, Fed akan sangat enggan menurunkan suku bunga lagi karena khawatir akan memicu terjadinya inflasi, namun kemungkinan akan terpaksa melakukannya juga kalau kondisi perekonomian semakin memburuk.
Brian Bethune di Global Insight mengatakan, Fed ingin berjaga-jaga terhadap sentimen negatif yang terjadi ketika Kongres membahas paket stimulus ekonomi yang ditujukan untuk mendorong pengeluaran konsumen dan dunia bisnis.
“Fed perlu melemparkan sekoci penyelamat terhadap perekonomian sementara menunggu kebijakan stimulus fiskal yang akan disahkan Kongres paling tidak pekan depan,” kata Bethune.
“Waktu paling cepat bisa diharapkan oleh konsumen untuk mererasa lega dengan adanya paket stimulus itu ialah bulan Juni,” katanya

0 Comments:
Post a Comment